Logo

UPDATE
  • Suara Mahardika - Membangun keseimbangan informasi antara desa-kota di Bali - www.suaramahardika.com - arthadana99@gmail.com
  • Inspiratif, Berkesadaran, Berbudaya dan mengedepankan informasi yang bersifat independen, inspirasi positif dan berlandaskan nilai-nilai budaya Bali.


Tradisi Yeh Dangdangan Di Belayu

Oleh : suara mahardika | 04 Agustus 2017 | Dibaca : 777 Pengunjung

Tradisi Yeh Dangdangan Di Belayu

Diyakini Mampu Sembuhkan Berbagai Jenis Penyakit Kulit

Kabupaten Tabanan menyimpan berbagai tradisi unik. Seperti  halnya tradisi yang sangat unik yang berlangsung setiap rahina Saniscara Keliwon Wuku Wayang atau Tumpek Wayang di bencingah Puri Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan. Adapun tradisi unik tersebut tiada lain prosesi me-Yeh Dangdangan. Seperti apa pelaksanaan prosesi tersebut?

Penglingsir Puri  Belayu, I Gusti Ngurah Gede Wijaya Celuk (Turah Wijaya) mengatakan, tradisi me-Yeh Dangdangan ini telah berlangsung sejak beberapa abad silam atau sejak sebelas generasi sebelumnya. Ia mengakui, sejarah dari pelaksanaan tradisi ini tidak diketahuinya secara pasti dan pihaknya atau Puri Belayu hanya melanjutkan tradisi yang telah diwariskan dari para leluhurnya.

“Jujur, kami tidak mengetahui secara pasti tentang sejarah tradisi me-Yeh Dangdangan ini. Kami hanya melanjutkan tradisi dari leluhur kami yang dimulai  sejak sebelas generasi sebelum kami,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus pula untuk melestarikan budaya lokal, tradisi ini dipastikannya digelar secara rutin setiap 210 hari sekali, tepat pada Tumpek Wayang. Tradisi ini tetap berjalan meskipun alternatif terburuk masyarakat jarang hadir. Begitu pula ketika di Puri Belayu sedang kacuntakan atau berduka, tradisi me-Yeh Dangdangan ini tetap digelar.

Dijelaskannya, prosesi me-Yeh Dangdangan ini diawali pada pagi hari tepat dihari Tumpek Wayang. Saat itu, pihak keluarga Puri Belayu memasak sarana me-Yeh Dangdangan bertempat di pewaregan atau dapur merajan agung Puri Belayu. Proses memasak tersebut menggunakan alat berupa dangdang khusus yang terbuat dari tembaga dan ini merupakan salah satu benda warisan kerajaan yang tetap terjaga hingga saat ini.

Didalam dangdang tersebut direbus paling sedikit lima macam dedauan dari pepohonan yang berduri. Seperti daun pandan, daun intaran, daun gegirang, daun jeruju dan daun juuk (jeruk). Sementara pada saat air rebusan atau Yeh Dangdangan diguyurkan kepada umat, dilengkapi pula dengan sepit, siut dan batu bulitan.

Merujuk dari jenis dedaunan ini, Turah Wijaya menyimpulkan bahwa tradisi me-Yeh Dangdangan ini ibaratnya prosesi pengelukatan, khususnya penglukatan terhadap berbagai jenis penyakit kulit. Masyarakat setempatpun meyakini hal tersebut, sehingga prosesi me-Yeh Dangdangan ini selalu dinanti-nanti warga Belayu.

“Masyarakat kami (disekitar Puri Belayu) sangat meyakini, tradisi me-Yeh Dangdangan ini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit,” tegasnya.

Hingga saat tajeg surya (matahari tepat diatas kepala) pada setiap  rahina Tumpek Wayang, salah satu tokoh Puri Belayu telah berdiri diatas sebuah meja ditengah perempatan jalan depan Puri Belayu untuk menaburkan air suci dalam prosesi me-Yeh Dangdangan. Puluhan bahkan ratusan orang yang datang dari sekitar sembilan banjar di Belayu mengelilingi meja tersebut untuk mendapatkan guyuran air suci Yeh Dangdangan.

“Masyarakat yang mengikuti me-Yeh Dangdanan ini tidak kami batasi atau bisa darimana saja.,” sebutnya.

Jika boleh disimpulkan terkait dengan sejarah dari me-Yeh Dangdangan ini, maka bisa dikatakan prosesi tersebut sebagai sebuah bentuk yadnya sekaligus tanggungjawab kerajaan Belayu tempo dulu dalam memberikan jaminan kesehatan bagi rakyatnya. Kesimpulan ini didasari dari tujuan dari me-yeh Dangdangan ini sendiri ibaratnya sebagai penglukatan, khususnya penglukatan terhadap berbagai jenis penyakit kulit.

Turah Wijaya kemudian mengungkapkan bahwa kedepan prosesi me-Yeh Dangdangan ini akan dikemas secara lebih baik. Setidaknya kemudian bisa menjadi sebuah hiburan yang tetap mengedepankan spirit aslinya. Ini artinya, me-Yeh Dangdangan memiliki potensi besar sebagai salah satu sajian pariwisata yang sangat unik yang dimiliki Tabanan. Pembaca tertarik menyaksikan prosesi me-Yeh Dangdangan ini? Silahkan datang ke bencingah  Puri Belayu setiap Tumpek Wayang. Rah B’ry


Oleh : suara mahardika | 04 Agustus 2017 | Dibaca : 777 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Tabanan, 04 Agustus 2017 08:29
Tabanan Mendulang Prestasi
Kembali Raih Adipura, Bupati Eka Dinobatkan Sebagai KDI TABANAN – Suara MahardikaKabupa ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:20
Calon Mahasiswa Baru PPLP Mapindo Tabanan Baksos di Pura Pakendungan
Masih Terima Mahasiswa Baru Hingga Akhir Agustus 82 calon mahasiswa baru PPLP Mapindo Tabana ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:10
Tradisi Yeh Dangdangan Di Belayu
Diyakini Mampu Sembuhkan Berbagai Jenis Penyakit Kulit Kabupaten Tabanan menyimpan berbagai t ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:06
Manajemen DTW Tanah Lot Siapkan Diri Buka Malam
Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana TABANAN – Suara MahardikaPemerintah Kabupat ...
Tabanan, 02 Agustus 2017 08:25
Naik Motor, Bupati Eka Tinjau Jalan Program TMMD ke-99 di Jelijih Punggang
Bupati Eka sesaat sebelum meninjau jalan karya TMMD ke-99 TABANAN, Suara Mahardika- Bupati Ta ...
, 02 Agustus 2017 07:42
Mencicipi Lawar Kardus Ala Bank Sampah Prema Bali Lestari
Sekretaris Bank Sampah Prema Bali Lestari, I Gusti Putu Widarsa Lawar merupakan salah satu ku ...
, 02 Agustus 2017 07:14
Berspiritkan Ngayah, FKPPAI Bali Berkomitmen Lestarikan Taksu Bali
Jro Gede Budiasa, Ketua FKPPAI Bali Nama dan keberadaan sebuah organisasi bernuansa spiritual ...
, 01 Agustus 2017 10:55
Ketua DPRD Kudus Kunjungi Bali
Masan saat sowan kekediaman sesepuh PDIP Bali, Cok Rat Cok Rat Dukung Nyabup, Gus Marhaen Had ...
, 06 Maret 2017 05:36
Kembali Menjadi Ketua MMDP Tabanan, Tontra Selesaikan PR yang Tertunda
Dalam loka sabha Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Tabanan belum lama ini, Drs. I Waya ...
, 06 Maret 2017 05:33
Ketika Jalan Raya Menjadi Ajang Liar Siswa
Pelajar di Tabanan berlalu lintas tanpa helm Beberapa dekade silam, masyarakat Tabanan dikena ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 04 Agustus 2017 08:29
Tabanan Mendulang Prestasi
Kembali Raih Adipura, Bupati Eka Dinobatkan Sebagai KDI TABANAN – Suara MahardikaKabupa ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:20
Calon Mahasiswa Baru PPLP Mapindo Tabanan Baksos di Pura Pakendungan
Masih Terima Mahasiswa Baru Hingga Akhir Agustus 82 calon mahasiswa baru PPLP Mapindo Tabana ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:06
Manajemen DTW Tanah Lot Siapkan Diri Buka Malam
Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana TABANAN – Suara MahardikaPemerintah Kabupat ...
Tabanan, 02 Agustus 2017 08:25
Naik Motor, Bupati Eka Tinjau Jalan Program TMMD ke-99 di Jelijih Punggang
Bupati Eka sesaat sebelum meninjau jalan karya TMMD ke-99 TABANAN, Suara Mahardika- Bupati Ta ...
, 02 Agustus 2017 07:42
Mencicipi Lawar Kardus Ala Bank Sampah Prema Bali Lestari
Sekretaris Bank Sampah Prema Bali Lestari, I Gusti Putu Widarsa Lawar merupakan salah satu ku ...
, 02 Agustus 2017 07:14
Berspiritkan Ngayah, FKPPAI Bali Berkomitmen Lestarikan Taksu Bali
Jro Gede Budiasa, Ketua FKPPAI Bali Nama dan keberadaan sebuah organisasi bernuansa spiritual ...
, 01 Agustus 2017 10:55
Ketua DPRD Kudus Kunjungi Bali
Masan saat sowan kekediaman sesepuh PDIP Bali, Cok Rat Cok Rat Dukung Nyabup, Gus Marhaen Had ...
, 06 Maret 2017 05:36
Kembali Menjadi Ketua MMDP Tabanan, Tontra Selesaikan PR yang Tertunda
Dalam loka sabha Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Tabanan belum lama ini, Drs. I Waya ...
, 06 Maret 2017 05:33
Ketika Jalan Raya Menjadi Ajang Liar Siswa
Pelajar di Tabanan berlalu lintas tanpa helm Beberapa dekade silam, masyarakat Tabanan dikena ...
, 06 Maret 2017 05:30
Dewan Tabanan Bahas Dua Ranperda
Senin (6/3) berlangsung sidang paripurna di DPRD Tabanan. Sidang paripurna tersebut membahas dua ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :