Logo

UPDATE
  • Suara Mahardika - Membangun keseimbangan informasi antara desa-kota di Bali - www.suaramahardika.com - arthadana99@gmail.com
  • Inspiratif, Berkesadaran, Berbudaya dan mengedepankan informasi yang bersifat independen, inspirasi positif dan berlandaskan nilai-nilai budaya Bali.


Mencicipi Lawar Kardus Ala Bank Sampah Prema Bali Lestari

Oleh : suara mahardika | 02 Agustus 2017 | Dibaca : 2214 Pengunjung

Mencicipi Lawar Kardus Ala Bank Sampah Prema Bali Lestari

Sekretaris Bank Sampah Prema Bali Lestari, I Gusti Putu Widarsa

Lawar merupakan salah satu kuliner lokal Bali yang melegendaris. Lawar dipastikan hadir dalam setiap perhelatan yang digelar krama Bali. Seperti pada saat menjamu tamu ketika menggelar upacara manusa yadnya, pitra yadnya dan dalam berbagai kegiatan lainnya. Lawar juga menjadi salah satu kuliner yang memiliki nilai ekonomis. Ini terbukti banyak warung menjadikan lawar sebagai menu jualannya.

Umumnya lawar berbahan kulit daging babi yang biasanya dicampur dengan buah nangka, buah kacang panjang, kulit dalam buah kelapa (kelungah, Bali red). Tetapi di ibu kota provinsi Bali atau di Denpasar tepatnya diseputaran Sanglah, masyarakatnya sebagaian telah biasa menikmati lawar kardus. Tidak hanya lawar kardus, seperti halnya  lawar yang lumrah ditemani oleh beberapa kuliner lainnya seperti urutan misalnya, maka disini juga ada menu urutan plastik. Lho, penasaran? Berikut ulasannya.

Sekretaris Bank Sampah Prema Bali Lestari (BSPBL) I Gusti Putu Widarsa menceritakan sejak beberapa perayaan Hari Suci Galungan terakhir, nasabahnya yang menganut keyakinan Hindu telah terbiasa menyambutnya dengan ngelawar kardus. Ngelawar kardus dilakukan sebagai bentuk luapan kegembiraan atas kemenangan melawan sampah. Diakuinya, lawar kardus terasa sangat nikmat karena telah mampu menjawab persoalan sampah bagi kurang lebih seratus dua puluh lima rumah tangga di wilayah Banjar Bumi Banten, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar.

“Nasabah kami juga mulai tersebar di luar banjar bahkan diluar desa yang mewilayahi Banjar Bumi Banten ini,” ungkapnya didampingi Manajer BSPBL sekaligus pula istrinya, Ni Putu Wintari Sriasih.

Widarsa memaparkan proses membuat lawar kardus ini diawali dengan bergabung sebagai nasabah BSPBL. Selanjutnya menyetorkan atau menabung sampah yang sebelmnya telah dipilah dimasing-masing rumah tangga. Sampah tersebut kemudian ditimbang oleh karyawan BSPBL dan dicatat di buku tabungan setiap nasabah. Penerimaan dan penimbangan sampah ini dipusatkan di Bale Banjar Bumi Banten, Jalan Gili Biaha (belakang rumah sakit umum Sanglah)  Denpasar. Setiap minggunya, sampah yang berhasil terkumpul 500 kilogram hingga satu ton yang kemudian dijualnya kepada pihak pengepul.

Nasabah BSPBL ini kemudian menerima tabungannya yang berdasarkan jumlah sampah yang telah ditabung dikalikan nominal dari sampah yang ditabungnya. Masing-masing jenis sampah memiliki harga yang berbeda. Nilai nominal tersebut kemudian diterima oleh nasabahnya menjelang hari  - hari raya keagamaannya masing-masing. Misalnya menjelang hari suci Galungan bagi nasabahnya yang beragama Hindu.

Nilai nominal dari menabung sampah tersebut bisa dikategorikan lumayan hingga mencapai ratusan ribu per nasabah dalam setap perputaran enam bulan menurut perhitungan kalender Bali. Hasil tabungan tersebut oleh para nasabahnya kemudian dibelikan daging babi dan perlengkapan ngelawar lainnya untuk dinikmatinya bersama keluarga ataupun untuk dijotkan kepada tetangganya. Jadi ngelawar kardus yang dimaksudkan disini adalah ngelawar yang pembelian bahan – bahan bakunya didapatkan oleh para nasabahnya dari hasil tabungan sampahnya.

“Selain dengan menerima  uang langsung, kami juga memberikan pilihan kepada nasabah untuk menerima hasil menabung sampah dengan alat – alat upakara Galungan, misalnya bambu untuk penjor,” imbuhnya.

Widarsa menyebutkan, memang menabung sampah ini tidak memberikan nilai nominal yang sangat tinggi dan bisa diharapkan sebagai jaminan di hari tua seperti halnya program tabungan atau deposito di bank umumnya. Ini dikarenakan, target utamanya adalah rumah tangga atau lingkungan menjadi bersih dan persoalan sampah mampu teratasi. Artinya, dengan bergabung di suatu bank  sampah, masyarakat sejatinya telah berkonstribusi secara langsung dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Dampak berikutnya adalah diterimanya nominal tertentu dari hasil menabung sampah yang menandakan bahwa sampah adalah berkah dan sampah memilikinilai ekonomis. Sehingga tidak salah banyak warga terutama warga pendatang di Bali menggantungkan hidupnya dari sampah dengan memilih berprofesi sebagai pemulung.

Sekedar catatan, Bank Sampah Prema Bali Lestari ini dibentuk pada tahun 2013 silam yang bermula dari tantangan Walikota Denpasar untuk membuat pengelolaan sampah secara swadaya. Pasca terbentuknya BSPBL ini, pihak manajer dan sekretaris gencar melakukan edukasi kepada masyarakat. Termasuk pula mengedukasi terkait pengelolaan sampah dimasing-masing rumah tangga, terutama dalam hal pemilahan dan juga harga dari masing –masing jenis sampah ditingkat pengepul.

Kini, dalam empat tahun perjalanannya, BSPBL telah mampu mengajak para nasabahnya untuk mandiri dalam pengelolaan sampah ditingkat rumah tangga. BSPBL ini juga telah mampu berkonstribusi riil dalam membangun Kota Denpasar yang Clean dan Green dan juga telah mampu memberikan nasabahnya hak-hak berupa nominal dari sampah yang telah ditabungnya dan dari tabungannya itulah kemudian BSPBL mengenalkan lawar kardus menjelang hari suci Galungan.

“Beryadnya itu sangat mulia dan mari beryadnya dengan salah satunya mengelola sampah secara mandiri agar lingkungan disekitar menjadi bersih dan indah,” tutup Widarsa. Rah B’ry


Oleh : suara mahardika | 02 Agustus 2017 | Dibaca : 2214 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Tabanan, 04 Agustus 2017 08:29
Tabanan Mendulang Prestasi
Kembali Raih Adipura, Bupati Eka Dinobatkan Sebagai KDI TABANAN – Suara MahardikaKabupa ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:20
Calon Mahasiswa Baru PPLP Mapindo Tabanan Baksos di Pura Pakendungan
Masih Terima Mahasiswa Baru Hingga Akhir Agustus 82 calon mahasiswa baru PPLP Mapindo Tabana ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:10
Tradisi Yeh Dangdangan Di Belayu
Diyakini Mampu Sembuhkan Berbagai Jenis Penyakit Kulit Kabupaten Tabanan menyimpan berbagai t ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:06
Manajemen DTW Tanah Lot Siapkan Diri Buka Malam
Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana TABANAN – Suara MahardikaPemerintah Kabupat ...
Tabanan, 02 Agustus 2017 08:25
Naik Motor, Bupati Eka Tinjau Jalan Program TMMD ke-99 di Jelijih Punggang
Bupati Eka sesaat sebelum meninjau jalan karya TMMD ke-99 TABANAN, Suara Mahardika- Bupati Ta ...
, 02 Agustus 2017 07:42
Mencicipi Lawar Kardus Ala Bank Sampah Prema Bali Lestari
Sekretaris Bank Sampah Prema Bali Lestari, I Gusti Putu Widarsa Lawar merupakan salah satu ku ...
, 02 Agustus 2017 07:14
Berspiritkan Ngayah, FKPPAI Bali Berkomitmen Lestarikan Taksu Bali
Jro Gede Budiasa, Ketua FKPPAI Bali Nama dan keberadaan sebuah organisasi bernuansa spiritual ...
, 01 Agustus 2017 10:55
Ketua DPRD Kudus Kunjungi Bali
Masan saat sowan kekediaman sesepuh PDIP Bali, Cok Rat Cok Rat Dukung Nyabup, Gus Marhaen Had ...
, 06 Maret 2017 05:36
Kembali Menjadi Ketua MMDP Tabanan, Tontra Selesaikan PR yang Tertunda
Dalam loka sabha Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Tabanan belum lama ini, Drs. I Waya ...
, 06 Maret 2017 05:33
Ketika Jalan Raya Menjadi Ajang Liar Siswa
Pelajar di Tabanan berlalu lintas tanpa helm Beberapa dekade silam, masyarakat Tabanan dikena ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 04 Agustus 2017 08:29
Tabanan Mendulang Prestasi
Kembali Raih Adipura, Bupati Eka Dinobatkan Sebagai KDI TABANAN – Suara MahardikaKabupa ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:20
Calon Mahasiswa Baru PPLP Mapindo Tabanan Baksos di Pura Pakendungan
Masih Terima Mahasiswa Baru Hingga Akhir Agustus 82 calon mahasiswa baru PPLP Mapindo Tabana ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:10
Tradisi Yeh Dangdangan Di Belayu
Diyakini Mampu Sembuhkan Berbagai Jenis Penyakit Kulit Kabupaten Tabanan menyimpan berbagai t ...
Tabanan, 04 Agustus 2017 08:06
Manajemen DTW Tanah Lot Siapkan Diri Buka Malam
Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana TABANAN – Suara MahardikaPemerintah Kabupat ...
Tabanan, 02 Agustus 2017 08:25
Naik Motor, Bupati Eka Tinjau Jalan Program TMMD ke-99 di Jelijih Punggang
Bupati Eka sesaat sebelum meninjau jalan karya TMMD ke-99 TABANAN, Suara Mahardika- Bupati Ta ...
, 02 Agustus 2017 07:14
Berspiritkan Ngayah, FKPPAI Bali Berkomitmen Lestarikan Taksu Bali
Jro Gede Budiasa, Ketua FKPPAI Bali Nama dan keberadaan sebuah organisasi bernuansa spiritual ...
, 01 Agustus 2017 10:55
Ketua DPRD Kudus Kunjungi Bali
Masan saat sowan kekediaman sesepuh PDIP Bali, Cok Rat Cok Rat Dukung Nyabup, Gus Marhaen Had ...
, 06 Maret 2017 05:36
Kembali Menjadi Ketua MMDP Tabanan, Tontra Selesaikan PR yang Tertunda
Dalam loka sabha Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Tabanan belum lama ini, Drs. I Waya ...
, 06 Maret 2017 05:33
Ketika Jalan Raya Menjadi Ajang Liar Siswa
Pelajar di Tabanan berlalu lintas tanpa helm Beberapa dekade silam, masyarakat Tabanan dikena ...
, 06 Maret 2017 05:30
Dewan Tabanan Bahas Dua Ranperda
Senin (6/3) berlangsung sidang paripurna di DPRD Tabanan. Sidang paripurna tersebut membahas dua ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :